Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid, Arteta Bilang Begini!

Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid

Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid, Arteta Bilang Begini!

Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid menjadi salah satu topik paling hangat di sepak bola Eropa pekan ini. Setelah hanya tujuh sicbo bulan menukangi Los Blancos, Alonso resmi berpisah dengan klub raksasa La Liga itu. Keputusan ini muncul tak lama setelah kekalahan Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, yang akhirnya menjadi momen krusial bagi masa depan pelatih asal Spanyol tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas mengapa Alonso pergi, bagaimana tanggapan pelatih Mikel Arteta, serta implikasi kepergiannya bagi Real Madrid yang saat ini tengah berjuang di berbagai kompetisi.

Kepergian Xabi Alonso dari Santiago Bernabéu

Xabi Alonso sudah meninggalkan baccarat posisinya sebagai pelatih Real Madrid sejak 12 Januari 2026 setelah hanya menangani tim utama selama kurang lebih tujuh bulan. Ia awalnya di angkat pada musim panas lalu menggantikan Carlo Ancelotti, membawa ekspektasi tinggi karena rekam jejaknya yang impresif bersama Bayer Leverkusen sebelumnya.

Namun, masa kepelatihan Alonso di Madrid berakhir lebih cepat dari rencana. Manajemen klub dan Alonso sendiri sepakat berpisah setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di Piala Super Spanyol, dikombinasikan dengan performa Los Blancos yang tidak konsisten di liga domestik. Rumor internal mencuat tentang kurangnya dukungan ruang ganti terhadap pelatih, serta tekanan demi tekanan yang terus meningkat sepanjang musim.

Reaksi Mikel Arteta Soal Kepergian Alonso

Momen pergantian pelatih ini juga menimbulkan reaksi dari pelatih lain di dunia sepak bola. Mikel Arteta, manajer Arsenal yang juga berasal dari Spanyol, memberikan komentarnya ketika di tanya tentang nasib kompatriotnya itu.

Arteta mengaku tidak mengetahui detail penuh situasi yang terjadi di Real Madrid, baik alasan pasti di balik perpisahan Alonso maupun dinamika internal klub. Namun, ia menegaskan bahwa ia tetap menghormati Xabi Alonso sebagai figur hebat dalam sepak bola dan berharap apa pun keputusan yang diambil selalu membawa yang terbaik bagi sang pelatih di masa depan.

Mengapa Alonso Pergi? Analisis dan Spekulasi

Kepergian Xabi Alonso sendiri tidak lepas dari serangkaian faktor yang telah mengemuka sejak beberapa bulan terakhir:

1. Performa yang Tidak Konsisten

Meskipun Madrid sempat mencatat kemenangan awal yang baik di La Liga dan kompetisi lainnya, tim mengalami penurunan performa menjelang akhir paruh pertama musim kompetisi. Hasil ini kemudian membuat posisi Alonso semakin tidak stabil menjelang akhir tahun.

2. Masalah Ruang Ganti

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Alonso mengalami kesulitan dalam hubungan dengan sejumlah pemain senior Real Madrid, terutama soal gaya manajerial dan disiplin ketat yang di terapkannya. Rumor tersebut semakin kuat setelah lanskap dukungan di dalam ruang ganti di nilai tidak berpihak penuh kepada Alonso.

3. Tekanan dari Manajemen

Real Madrid di kenal sebagai klub dengan ekspektasi tinggi. Ketika hasil tidak konsisten dan tekanan meningkat dari rival utama, langkah klub untuk berpisah dengan pelatih bisa jadi merupakan cara mereka mencari perubahan arah demi hasil yang lebih positif.

Dampak Kepergian Alonso bagi Real Madrid

Kepergian Alonso membawa beberapa konsekuensi langsung bagi Madrid:

  • Interim Manager: Klub menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara sambil mencari pengganti permanen.

  • Persaingan La Liga: Dengan kejuaraan liga yang masih berlangsung, Madrid kini perlu mencari momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari Barcelona.

  • Dampak Internal: Pergantian pelatih bisa memengaruhi moral tim dan strategi jangka panjang yang sempat di bangun Alonso sejak musim panas lalu.

Arteta dan Respek bagi Alonso

Meskipun tidak mengetahui detail kasus secara utuh, Mikel Arteta menekankan respek dan harapan baik bagi Xabi Alonso. Pernyataan Arteta mencerminkan bahwa meskipun Alonso menghadapi tantangan besar di Madrid, banyak juga pelatih dan profesional sepak bola lainnya yang tetap menghargai kontribusi dan potensinya sebagai salah satu figur kuat di dunia kepelatihan saat ini.

Dengan drama yang terjadi di Santiago Bernabéu, era Xabi Alonso di Real Madrid resmi berakhir, namun perjalanan karier pelatih berusia 44 tahun itu masih jauh dari selesai. Banyak prediksi menyebutkan namanya akan tetap menjadi incaran klub-klub besar lain di Eropa. Sementara itu, Arteta dan pelatih top lainnya terus menyampaikan dukungan profesional di tengah dinamika kerasnya kompetisi sepak bola elit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *